Diberdayakan oleh Blogger.

Benitez Masih Senang di Liverpool

Liverpool - Rafael Benitez merasa bangga karena sempat diminati oleh Juventus. Namun pelatih asal Spanyol ini menegaskan bahwa dia masih senang bertahan di Liverpool.

Benitez sedang dalam tekanan di Liverpool melihat hasil yang kurang memuaskan di Premier League. Apalagi The Reds juga sudah tersingkir dari Liga Champons, Piala FA dan Piala Carling.

Namun Juventus sempat mendekati Benitez sebelum mereka memecat Ciro Ferrara. Meski demikian Bianconeri akhirnya telah menunjuk Alberto Zaccheroni sebagai pelatih barunya.

Benitez pun menyatakan tak berniat membicarakan spekulasi mengenai dirinya dengan Juventus. Meski demikian dia merasa tersanjung sempat diminati oleh Juve tapi dia menegaskan masih senang berada di Anfield

"Saya tahu bahwa mereka (Juventus) tertarik. Tapi sekarang adalah bagian pertandingan dalam sepakbola dimana saya hanya mempersiapkan diri menghadapi Bolton," ungkap Benitez seperti dilansir Reuters.

"Saya rasa ketika Anda menjadi manajer dan klub menanyakan Anda maka hal itu membanggakan karena mereka adalah klub besar dan juga top di Eropa," kata manajer Liverpool ini.

"Namun saya merasa benar benar senang berada di sini dan benar benar bahagia. Saya ingin melakukan tugas sebaik sebagaimana yang saya bisa lakukan," tukas Benitez.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Stigma Negatif Bikin Bonek Makin Anarkis

Jakarta - Apa yang membuat suporter Persebaya yang disebut bonek terkadang begitu anarkis? Tidak lain karena stigma negatif yang dilabelkan masyarakat dan media kepada mereka.

"Salah satu faktor kenapa perilaku bonek itu terkadang di luar kontrol, pertama, mereka sebetulnya hanya menggenapi stigma karena dilabel negatif. Mereka dicap ulahnya begini (anarkis dan brutal) , makin lama justru berusaha diberitakan bonek," ujar sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto.

Hal itu disampaikan Bagong saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/1/2010).

Semakin dilabel dan diberitakan, para bonek semakin bangga menunjukkan kenekatan dan anarkisnya.

"Jangan diberitakan sisi-sisi kenekatannya. Karena itu semacam award untuk mereka. Bonek kan bukan 'bermain' dengan suporter lawan, tapi dengan sesama bonek untuk memperlihatkan 'saya lebih' dibanding bonek yang lain," imbuh Bagong.

Faktor kedua, bonek bisa begitu anarkis karena faktor godaan situasi kerumunan. Massa berkerumun cenderung berpotensi mudah diprovokasi.

"Karena yang namanya kerumunan, di mana pun, apalagi seperti bonek, mereka dengan mudah akan terpancing mengembangkan perilaku satu orang memulai yang satu ikut-ikutan," jelas pengajar di Fisip Unair ini.

Untuk itu pendekatan sosial yang diperlukan adalah rekayasa kultur dan rekayasa teknis agar ulah para bonek ini bisa direduksi. Rekayasa kultur tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek.

"Kita (masyarakat) termasuk pers berperan besar untuk mengubah stigmanya," imbuh Bagong.

Sedangkan rekayasa teknis diperlukan untuk memecah kerumunan bonek. Polri sebaiknya menggunakan kombinasi cara keras dan lembut untuk menangani bonek dan sebaiknya bekerja sama dengan TNI.

"Di AS ada agen-agen yang menangani kerumunan, bagaimana bisa dipecah seperti menyanyikan lagu kebangsaan. Itu memang tidak bisa di sini, kalau di Surabaya pernah dilakukan salah satu Kapolda, membuat penanganan bagaimana pengamanan di titik-titik tertentu dan potensi rawan kerusuhan," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

'Melawan Rooney Harus dengan Kondisi Terbaik'

Manchester - Wayne Rooney benar-benar menjadi mimpi buruk Hull City dengan lesakkan empat golnya. Itu merupakan ganjaran bagi The Tigers yang tidak melakukan yang terbaik untuk menghadang si penyerang.

Old Trafford, Sabtu (23/1/2010) malam menjadi saksi dari ketajaman dan naluri menyerang seorang Rooney. Memborong empat gol di laga itu, dia sekaligus mengantar Manchester United untuk bertengger di klasemen sementara.

Tambahan empat gol ini juga membuat Rooney makin jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya di daftar topskorer sementara. Kini ia total telah mengemas 19 gol, unggul lima dari Darren Bent, Jermain Defoe, dan Didier Drogba yang berada di posisi dua.

Menanggapi gol-gol yang bersarang di gawang timnya oleh orang yang sama, manajer Phil Brown 'menghambinghitamkan' barisan belakang Hull. Menurutnya, anak asuhnya bisa memberikan yang lebih bagus lagi daripada apa yang tersaji di lapangan tadi.

"Celakanya, kami menghadapi penyerang yang sangat bagus dan berhasil mencetak empat gol. Tidak diragukan lagi kami bisa bertahan lebih baik sebetulnya melawan Wayne Rooney namun Anda harus melakukan yang terbaik, tidak seperti ini," ujarnya di Sky Sports.

"Mungkin hasil akhir itu terlalu kejam bagi kami. Saya pikir ketika tertinggal satu angka, kami masih bisa bermain dengan nyaman. Kami membuat pergantian pemain untuk mencoba membuat perbedaan di laga."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fergie Tuding Ofisial Pertandingan

Birmingham - Hasil imbang 1-1 yang dituai Manchester United lawan Birmingham tak diterima dengan baik oleh Manajer MU Sir Alex Ferguson. Dia pun menuding ofisial pertandingan yang dinilai kurang oke memimpin pertandingan.

Dalam pertandingan, Minggu (10/1/2010), MU ketinggalan terlebih dulu lewat gol Cameron Jerome enam menit menjelang berakhirnya babak pertama. MU baru menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Scott Dann pada menit.

Gol balasan MU itu sendiri sempat diributkan karena hakim garis terlihat mengangkat bendera tanda offside kendati bola diceploskan oleh pemain Birmingham sendiri.

"Ada beberapa hal indah dan aneh tadi. Hakim garis menilai offside gol kami padahal itu gol bunuh diri (yang seharusnya takkan offside)," cetus Fergie di Reuters.

Hal berikutnya yang tak diterima Fergie adalah dikartumerahnya Darren Fletcher enam menit sebelum bubaran, usai menerima dua kartu merah. "Sudah sejak lama saya belum pernah melihat lagi pengusiran atas tindakan ringan semacam itu."

Fergie yang pada musim ini sudah kena hukuman akibat mengkritik wasit Alan Wiley, dengan telak menjatuhkan penilaian miring pada kepemimpinan wasit Mark Clattenburg yang menjadi pengadil lapangan Birmingham kontra MU.

"Dia juga memimpin laga Arsenal-Tottenham. (Saat itu) dia baru akan melayangkan kartu jika ada pemain yang melayangkan kapak, (tapi) di sini dia malah mengusir seorang pemain," ceplos Fergie sinis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS