Diberdayakan oleh Blogger.


MANCHESTER - Manchester United terus memberikan tekanan kepada Chelsea dalam pacuan gelar Premier League musim ini. Ini tak lepas dari sukses United menggulung tim lemah Wolverhampton Wanderers 3-0 pada pekan ke-17 Premier League, di Old Trafford, Rabu (16/12/2009) dini hari.Dengan tambahan tiga poin,

armada The Red Devils untuk sementara berhasil menyamai perolehan poin Chelsea di puncak klasemen dengan 37 poin. Namun, The Blues bisa saja kembali meninggalkan United dengan gap tiga poin andai menang atas Portsmouth, Kamis (17/12/2009) dini hari.


Bermain di kandangnya, United yang tengah marah lantaran dipukul Aston Villa 0-1 pekan lalu langsung menggebrak di awal laga. Baru empat menit laga berjalan, Wayne Rooney langsung mengancam gawang Marcus Hahnemann lewat tembakannya setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan keras Darron Gibson. Beruntung, kiper asal Amerika Serikat ini tampil cekatan dan memblok bola dengan kakinya.

Wolves merespon dengan mengancam gawang Thomas Kuszczak melalui stiker Stefan Maierhofer di menit ke-19. Sayang tendangan kerasnya setelah menyambut umpan silang rekannya masih tipis dia atas mistar. United membalas dengan dua peluang yang diperoleh Rooney dan Nemanja Vidic namun masih gagal menemui sasaran.

Setelah beberapa kali mencoba, tepat menit ke-30 United berhasil membuka keunggulan melalui titik putih yang dieksekusi dengan brilian oleh Wayne Rooney. Penalti ini sendiri berawal dari keputusan kontroversi wasit yang menyatakan pemain belakang Wolves melakukan handball di kotak terlarang. United pun unggul 1-0.

Unggul satu gol, United terus menekan. Hasilnya, dua menit jelang babak pertama usai The Red Devils menambah keunggulannya melalui Vidic. Bek yang baru kembali tampil dan langsung dipercaya menyandang ban kapten ini sukses menyundul bola hasil tendangan penjuru yang tak kuasa dibendung Hahnemann kendati bola sempat menyentuh tangannya. United menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0.

Di babak kedua, United tak juga mengendurkan serangan. Dimitar Berbatov dan Darron Gibson memiliki peluang emas di 15 menit awal. Sayang, upaya mereka masih mampu digagalkan Hahnemann. Namun, usaha keras kiper berkepala plontos ini pun akhirnya sia-sia setelah United menambah perbendaharaan golnya melalui Antonio Valencia di menit ke-66.

Memanfaatkan kerjasama manis dari tengah lapangan, Rooney memberikan bola kepada Bebatov yang meneruskannya dengan tendangan akrobatik ke arah Valencia. Mantan winger Wigan Athletic ini pun tak kesulitan menceploskan bola ke gawang.

Unggul 3-0, pelatih United Sir Alex Ferguson mulai santai dan bereksperimen dengan menurunkan striker muda Danny Wellbeck menggantikan pemain muda lainya Gabriel Obertan yang hampir saja mencetak gol dalam pertandingan ini. Empat menit berselang (76' ), Fergie menarik Rooney dan memasukkan Michael Owen.

Dengan dua tenaga baru di depan, gempuran-gempuran yang dilancarkan United pun tak mengendur. Pada menit ke-84, Patrice Evra memiliki peluang mencatatkan namanya di papan skor. Sayang, tendangan keras bek Timnas Prancis ini masih bisa diselamatkan Hahnemann. Alhasil, United harus puas dengan keunggulan 3-0 atas Wolverhampton.

Susunan Skuad:

Manchester United: Kuszczak, De Laet, Carrick, Vidic/Fletcher (60'), Evra, Valencia, Scholes, Gibson, Obertan/Wellbeck (72' ), Berbatov, Rooney/Owen (76' )

Wolverhampton Wanderers
: Hahnemann, Zubar, Mancienne, Elokobi, Hill, Halford, Foley, Castillo, Friend, Surman, Maierhofer

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Samsul Arif Dari Bola Plastik ke Bola Emas


Jakarta - Dari bola plastik kini jadi bola emas. Mungkin itu gambaran tepat untuk perjalanan karir Samsul Arif. Jika dulu ia bukan siapa-siapa, kini ia siap menjelma menjadi salah satu striker hebat di persepakbolaan nasional.

Mungkin sebelum perhelatan Copa Indonesia musim lalu tak banyak yang mengetahui sosok seorang Samsul. Wajar saja, karena baru pada medio 2008 ia memainkan si kulit bundar secara profesional di klub divisi utama Persibo Bojonegoro.

Walaupun demikian, Samsul bersama Persibo berhasil membuat kejutan di mana mereka mampu menembus hingga babak delapan besar Copa Indonesia lalu, sebelum akhirnya dihentikan Sriwijaya FC, yang akhirnya menjadi kampiun copa. Dalam perjalanannya, Persibo berhasil menyingkirkan dua klub besar Indonesian Super League; Arema Malang dan Pelita Jaya Jawa Barat.

Tak hanya membuat sensasi bersama klubnya, Samsul pun turut mengukirkan namanya di jajaran top skor Copa Indonesia bersama Pablo Frances (Persijap Jepara)
dengan raihan delapan gol. Maka tak salah jika Gelar Best striker pantas disematkan pada pemuda kelahiran 14 Januari 1985 ini, mengalahkan nama-nama lawas seperti Boaz Solossa, Pablo Frances, Beto Goncalves dan Anaoure Obiora.

"Saya tidak menyangka saya bisa mendapat penghargaan ini. Syukur Alhamdulillah saya dipilih," ucap Samsul di acara Anugerah Bintang Emas Copa, Hotel Mulia,
Senayan, Jakarta, Jumat(14/7/2009)

Maka dari itu, Samsul mengibaratkan ini sebagai anugerah yang tak terkira dari Tuhan yang diberikan kepadanya. Apalagi dituturkan karena keterbatasan dana yang dimiliki, ia hanya bisa berlatih di pelataran rumahnya dengan menggunakan bola plastik. Dan hebatnya, ia tak pernah sekalipun mengecap sekolah sepakbola (SSB) seperti layaknya pesepakbola seusianya.

"Empat tahun lalu saya masih main bola plastik di samping rumah. Sekarang saya sudah bisa mendapat penghargaan ini, sungguh luar biasa. Ini merupakan pijakan penting untuk karir saya," urai pemain bertinggi 166 cm dan berat 59 kg.

Dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada figur-figur yang telah mendukungnya selama ini."Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan tim di Persiob Bojonegoro, para fans Persibo dan khususnya pelatih Sartono Anwar."

Lalu apakah mimpi Samsul selanjutnya? Bagi pemuda yang musim depan akan membela Persela Lamongan di kancah ISL ini, sebuah tempat di timnas Indonesia adalah impian selanjutnya layaknya pesepakbola lainnya di Indonesia.

"Kalau soal timnas, saya sih pengen bisa dipanggil. Siapa sih yang tidak mau bermain bagi negaranya? Namun bagi saya yang terpenting adalah membuktikan kemampuan saya dulu di ISL musim depan dengan mencetak banyak gol, barulah berpikir timnas. Tapi rasanya saya juga harus lebih banyak latihan untuk tampil lebih baik lagi," tuntas penggemar Juventus dan Alessandro Del Piero ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

'Itu Salah Kalian Sendiri, Irlandia'

Dublin - Eks pemain nasional Irlandia Roy Keane berpandangan berbeda tentang kegagalan Irlandia lolos ke Piala Dunia. Alih-alih menuding handball sebagai biang kegagalan, Keane memilih menyalahkan Irlandia.

Langkah The Boys in Green, julukan Irlandia, ke Afrika Selatan kandas usai dikandaskan Prancis dengan agregat 1-2 dalam laga playoff. Di leg pertama di Dublin, Irlandia takluk 0-1. Sedang leg kedua di Paris tim asuhan Giovanni Trapattoni ditahan imbang 1-1.

Terjadi kontroversi di laga kedua, di mana gol Prancis yang dicetak oleh William Gallas didahului oleh handball Thierry Henry. Tak pelak aksi Henry pun menimbulkan perdebatan.

Irlandia menunjuk handball sebagai sumber utama kegagalan mereka. Tindakan ini justru membuat Keane kecewa. "Irlandia memang bisa mengeluhkan apa pun yang mereka mau. Tapi faktanya Prancis-lah yang melaju ke Piala Dunia," demikian ujar mantan pemain Manchester United itu dilansir dari BBC.

"Bila saat pertandingan itu saya ada di ruang ganti, maka saya tidak akan bicara soal handball. Saya lebih memilih menyoroti kinerja para pemain bertahan yang seharusnya bisa mengantisipasi bola yang datang ke kotak penalti," lanjut Keane.

Pemilik 65 caps untuk Irlandia itu mengecam para pemain negaranya sendiri. "Saya lebih terganggu dengan antisipasi yang dilakukan kiper dan bek kami dibanding aksi Thierry Henry. Sebab, bagaimana bisa mereka membiarkan ada bola bergulir di kotak penalti? Bagaimana bisa mereka membiarkan Thierry Henry ada di kotak penalti? Ketika bola menuju kotak enam yard, lalu ke apa yang dilakukan kiper kami?" seru Keane.

Kecaman manajer klub Inggris Ipswich itu masih belum berhenti. "Irlandia punya kesempatan dalam dua laga dan mereka tak menggunakanya. Namun inilah yang biasa dilakukan asosiasi sepakbola Irlandia (FAI). Mereka selalu bereaksi: 'Kami dirampok, kami dicurangi'. Ucapan itu semua tak berguna," lanjut Keane.

Bahkan penghuni timnas Irlandia tahun 1991-2005 itu sedikit "membongkar borok" negerinya di waktu lalu. Kejadiannya di babak grup kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Georgia.

Dalam laga yang digelar Februari silam, The Boys in Green sempat ketinggalan 0-1 sejak menit pertama. Irlandia baru mencetak gol penyama di menit ke-73 lewat penalti Robbie Keane. Lima menit berselang pemain yang kini membela Tottenham Hotspur itu memastikan kemenangan 2-1.

"Ada satu laga melawan Georgia di mana Irlandia dapat penalti. Menurut saya itu merupakan keputusan wasit yang terburuk yang pernah saya lihat, dan itu mengubah hasil akhir. Saya tak ingat apa yang dikatakan FAI ketika itu. Mungkin kita harus memberi mereka tayangan ulangnya," tuntas Keane.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dua Pemain Barca Tekena Flu Babi


BARCELONA - Penyakit Flu Babi mulai merambah Liga Spanyol. Buktinya, dua pemain andalan Barcelona dikonfirmasi terjangkit virus mematikan itu. Wah, siapakah mereka?

Barcelona mengkonfirmasi melalui situs resmi, Sabtu (21/11/2009), bahwa bek kiri Eric Abidal dan gelandang bertahan Yaya Toure adalah korban tersebut. Keduanya mengalami gejala menyerupai penyakit mematikan itu.

"Eric Abidal dan yaya Toure memiliki gejala serupa seperti demam tinggi dan keadaan tak tenang. Kedua pemain sudah melakukan ujicoba dan sudah dipastikan bahwa ini adalah penyakit Flu Babi," demikian penjelasan Barcelena.

Pernyataan itu melanjutkan: "Jumat siang ini tim medias menginformasikan bahwa Eric Abidal mengalami Flu Babi dan pada sore harinya giliran Yaya Toure yang dipastikan mengalami penyakit itu."

Ini merupakan kabar tidak sedap buat Abidal. Pasalnya, bek kiri 30 tahun itu juga tidak bisa membela Prancis saat melawan Republic Irlandia dalam babak play of Piala Dunia karena mengalami cedera.

Praktis, kabar ini merupakan pukulan telak buat Barcelona, yang akan menjalani pekan berat yakni menghadapi Inter Milan di Liga Champions dan melawan Athletic Bilbao dan Real Madrid dalam lanjutan La Liga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS