Diberdayakan oleh Blogger.

Laga Ujicoba MU Hantam MLS All-Star

New York - Manchester United masih terlalu tangguh untuk MLS All-Star. 'Setan Merah' menang 4-0 lewat gol-gol yang diukir oleh empat pemain berbeda.

Di Red Bull Arena, Kamis (28/7/2011) pagi WIB, MU membuka kemenangan lewat Anderson pada menit 20. Park Ji-sung kemudian menggandakan keunggulan sebelum turun minum.

Di paruh kedua, Dimitar Berbatov melebarkan jarak sebelum Danny Welbeck menutup kemenangan 4-0 untuk MU, dalam pertandingan yang menjadi bagian dari tur pra-musimnya ke Amerika Serikat itu.

Jalannya Pertandingan

MLS All-Star membuka peluang pada menit 19 lewat Brad Davis. Nyaris terjatuh saat berusaha melewati Rio Ferdinand, ia masih bisa melepaskan tembakan yang masih mengarah tepat ke Anders Lindegaard.

Semenit berselang justru MU yang memecah kebuntuan. Dimitar Berbatov dan Wayne Rooney menjalin kerjasama apik, untuk membuka ruang buat Anderson, yang lantas menjebol gawang lawan.

Pada menit 22, gawang MU diancam mantan pemainnya sendiri. David Beckham melepaskan tendangan jarak jauh yang susah payah ditepis Lindegaard.

Lima menit kemudian giliran Davis yang berusaha melepaskan tembakan jarak jauh. Lagi-lagi usaha itu dikandaskan Lindegaard.

MU ganti menyerang pada menit 37 lewat Rooney. Sepakannya dari jarak sekitar 27 meter ke arah gawang terlihat tidak terlalu keras tapi tetap memaksa kiper Faryd Mondragon melakukan penyelamatan.

MU menggandakan keunggulan sebelum jeda. Setelah berusaha mencari celah di pertahanan tim lawan, Park Ji-sung berhasil masuk ke kotak penalti dan lolos dari kawalan pemain lawan sebelum mengirim bola ke dalam gawang.

Tujuh menit memasuki paruh kedua laga, MU berhasil menambah gol. Rooney memberikan bola ke Berbatov yang berusaha melambungkan bola melewati kiper, kendati masih mengenai mistar. Masih mampu melakukan rebound, Berbatov pun kali ini tak membuang peluang.

Pada menit 57 Beckham melayangkan umpan silang akurat kepada Nick LaBrocca yang tak terkawal dengan gawang berjarak tujuh meter darinya. Namun, arah tandukannya masih melebar.

Sepuluh menit berselang, MU memimpin 4-0. Danny Welbeck melepaskan tendangan yang mengenai pemain lawan dan berubah arah untuk kemudian berakhir dalam gawang.

Dua menit sebelum bubaran, MLS All-Star mendapatkan peluang bagus dari tendangan bebas. Beckham mengeksekusi, melayangkan bola yang melingkar ke arah gawang tetapi akhirnya hanya mengenai sisi luarnya.


Susunan Pemain:

MLS All-Star: Mondragon (Hall '45, Keller '83), Franklin (Pearce '45), Beckham, Henry (Wondolowski '45), Bravo (Agudelo '82), Cummings (LaBrocca '45), Convey (Ashe '62), Ream (Besler '76), Olave (Cameron '38), Joseph (Beckerman '45), Davis (Jewsbury '62).

Manchester United: Lindergaard (Amos '45), Jones, Evra, Ferdinand (Smalling '60), Vidic (Biram Diouf '73), Anderson (Fabio '73), Carrick (Cleverley '61), Young (Welbeck '61), Park (Nani '61), Rooney (Macheda '61), Berbatov (Owen '61).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tundukkan Venezuela , paraguay hadapi Uruguay di Final

Mendoza - Paraguay akan menghadapi Uruguay di final Copa America 2011 usai menundukkan Venezuela. Setelah bermain imbang tanpa gol hingga babak extra time, La Albirroja menang 5-3 di babak adu penalti.

Dalam pertandingan semifinal di Estadio Malvinas Argentinas, Kamis (21/7/2011) pagi WIB, Venezuela mendapat peluang pada menit keenam. Lewat sebuah proses serangan balik, Gabriel CĂ­chero melepaskan tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti yang masih mudah dijinakkan oleh Justo Villar.

Dua menit kemudian, Paraguay gantian mengancam. Sebuah tendangan bebas Edgar Barreto mampu diteruskan oleh Dario Veron ke arah gawang, namun Renny Vega masih sigap menepisnya.

Venezuela sempat mencetak gol pada menit ke-35 lewat sundulan Oswaldo Vizcarrondo. Namun, wasit menganulirnya karena salah satu pemain Venezuela sudah terjebak offside.

Pada menit ke-43, sundulan Alejandro Moreno masih menerpa mistar gawang Paraguay. Bola rebound disambar oleh Salomon Rondon, tapi Villar masih bisa membendungnya.

Hingga babak pertama berakhir, belum ada gol tercipta.

Pada awal babak kedua, Nelson Haedo Valdez sempat lolos sendirian ke kotak penalti Venezuela. Namun, Vega dengan cekatan langsung menutup ruang tembak penyerang bernomor punggung 18 ini.

Peluang Juan Arango pada menit ke-80 juga belum membuahkan hasil. Tendangan bebas jarak jauhnya masih bisa diamankan oleh Villar.

Hingga waktu normal berakhir, skor kacamata masih juga awet. Laga pun berlanjut ke babak extra time.

Pada menit ke-93, sepakan Giancarlos Maldonado yang sempat membentur kaki Nicolas Fedor berada di luar jangkauan Villar. Namun, bola masih mengenai mistar gawang sebelum disapu bek Paraguay.

Dua menit kemudian, mistar gawang kembali menggagalkan peluang Venezuela. Kali ini, tendangan bebas Arango yang melabrak mistar.

Paraguay harus bermain dengan sepuluh orang pemain sejak menit ke-103. Jonathan Santana diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua.

Pada menit ke-114, Maldonado menjajal peruntungannya. Tapi, sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti masih melebar di kiri gawang Paraguay.

Hingga babak tambahan 2x15 menit berakhir, masih belum ada tim yang bisa mencetak gol. Untuk menentukan siapa yang lolos ke final, adu penalti pun harus dilakukan.

Di babak tos-tosan, kelima eksekutor Paraguay, yakni Nestor Ortigoza, Lucas Barrios, Cristian Riveros, Osvaldo Martinez, dan Dario Veron sukses menuntaskan tugasnya. Sementara di kubu Venezuela, Giancarlos Maldonado, Jose Manuel Rey, dan Nicolas Fedor berhasil, tapi Franklin Lucena gagal. Alhasil, Paraguay menang dengan skor 5-3.

Paraguay akan bertemu Uruguay di partai final. Laga akan digelar di Buenos Aires, 25 Juli mendatang. Sementara Venezuela bertemu Peru di perebutan tempat ketiga.

Susunan pemain:
Paraguay: Villar; Caceres, Da Silva, Veron, Piris; Santana, Riveros, Ortigoza, Barreto (Estigarribia 69'); Barrios, Haedo Valdez (Santa Cruz 73') (Martinez 81')

Venezuela: Vega; Rosales, Perozo (Rey 45'), Vizcarrondo, Cichero; Lucena, Cesar Gonzalez (Maldonado 85'), Arango; Di Giorgio, Moreno (Fedor 72'), Rondon

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Villas-Boas Punya Trik untuk Torres yang Mandul

London - Selain tuntutan meraih titel juara, tantangan Andre Villas-Boas di Chelsea ada pada diri Fernando Torres. Pelatih muda itu ternyata sudah mempersiapkan trik khusus untuk menajamkan kembali El Nino.

Chelsea menaruh harapan besar saat menggelontorkan uang sebesar 40 juta poundsterling di bursa transfer musim dingin lalu untuk mendatangkan Torres. Namun setelah dimainkan sebanyak 18 laga hingga akhir musim, striker internasional Spanyol itu cuma sekali menjebol gawang lawan.

Dikritik banyak media Inggris, Torres tetap dapat dukungan dari pelatih Carlo Ancelotti (saat itu) dan banyak pemain Chelsea lainnya. Diyakini, pesepakbola 27 tahun itu cuma butuh waktu untuk adaptasi dan akan menemukan kembali ketajamannya musim depan.

Proses adaptasi Torres dengan Chelsea berjalan seiring berlalunya waktu. Namun pelatih baru 'Si Biru' Andre Villas-Boas punya metode untuk mempercepat proses tersebut dan menjadikan dia kembali haus gol.

Villas-Boas membuktikan dirinya bisa menajamkan lagi striker yang mendadak mandul. Itu terjadi musim lalu pada Falcao saat dia masih melatih FC Porto.

"Kami menghadapi pertanyaan seperti ini tahun lalu di Porto dengan seorang striker berkualitas seperti Falcao. Dia adalah striker yang gagal mencetak gol saat pra musim dan menjadi frustrasi dibuatnya," sahut Villas-Boas.

Jika sebelumnya Carlo Ancelotti berusaha menyesuaikan tim dengan kebutuhan Torres, metode berseberangan justru akan dilakukan Villas-Boas. Dia ingin Torres menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan tim. Demikian dikutip dari Dailymail.

"Kami tidak mengubah tim untuk menyesuaikan diri dengannya. Kami mengubah tim secara menyeluruh. Saat kami melakukan hal tersebut, dia (Falcao) mencetak 30 gol dalam satu musim, 60 dalam dua musim. Itu soal mencari setelan yang pas untuk tim, bukan pada pemain," lanjut Villas Boas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Copa America Bisa Dinikmati via YouTube

Washington - Siaran langsung Copa America tak hanya bisa dinikmati lewat layar televisi. Rencananya, situs berbagi video YouTube juga akan menayangkan turnamen terakbar di Amerika Latin ini secara live.

YouTube akan menayangkan keseluruhan 26 pertandingan Copa America lewat alamat youtube.com/copaamerica. Siaran langsung ini bisa dinikmati di lebih dari 50 negara di dunia. Tak dijelaskan apakah Indonesia masuk ke dalam negara yang bisa menikmati layanan ini.

"Fans akan bisa mengakses seluruh 26 laga termasuk babak penyisihan grup, semifinal, perempatfinal, dan final, secara langsung, beserta komentar eksklusif untuk YouTube," demikian pernyataan YouTube lewat blognya, seperti dikutip AFP.

Ini bukan kali pertama YouTube menayangkan secara langsung pertandingan olahraga. Tahun lalu, mereka menayangkan pertandingan kriket Liga Primer India.

Copa America tahun ini akan digelar di Argentina pada tanggal 1-24 Juli mendatang. Turnamen ini diikuti sepuluh negara Amerika Selatan plus dua negara undangan, Meksiko dan Kosta Rika.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS