Diberdayakan oleh Blogger.

Fergie Tuding Ofisial Pertandingan

Birmingham - Hasil imbang 1-1 yang dituai Manchester United lawan Birmingham tak diterima dengan baik oleh Manajer MU Sir Alex Ferguson. Dia pun menuding ofisial pertandingan yang dinilai kurang oke memimpin pertandingan.

Dalam pertandingan, Minggu (10/1/2010), MU ketinggalan terlebih dulu lewat gol Cameron Jerome enam menit menjelang berakhirnya babak pertama. MU baru menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Scott Dann pada menit.

Gol balasan MU itu sendiri sempat diributkan karena hakim garis terlihat mengangkat bendera tanda offside kendati bola diceploskan oleh pemain Birmingham sendiri.

"Ada beberapa hal indah dan aneh tadi. Hakim garis menilai offside gol kami padahal itu gol bunuh diri (yang seharusnya takkan offside)," cetus Fergie di Reuters.

Hal berikutnya yang tak diterima Fergie adalah dikartumerahnya Darren Fletcher enam menit sebelum bubaran, usai menerima dua kartu merah. "Sudah sejak lama saya belum pernah melihat lagi pengusiran atas tindakan ringan semacam itu."

Fergie yang pada musim ini sudah kena hukuman akibat mengkritik wasit Alan Wiley, dengan telak menjatuhkan penilaian miring pada kepemimpinan wasit Mark Clattenburg yang menjadi pengadil lapangan Birmingham kontra MU.

"Dia juga memimpin laga Arsenal-Tottenham. (Saat itu) dia baru akan melayangkan kartu jika ada pemain yang melayangkan kapak, (tapi) di sini dia malah mengusir seorang pemain," ceplos Fergie sinis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sevilla & Villlarreal Tak Maksimal di Kandang


Sevilla dan Villlarreal membuang peluang untuk membenahi posisi setelah gagal mendapat poin penuh di kandang sendiri. Berbeda dengan Atletico Madrid yang sukses meraup kemenangan di laga tandang, kendati itu juga tak membuat peringkatnya naik.

Kesempatan untuk naik ke posisi tiga klasemen sementara sebenarnya dimiliki oleh Sevilla saat menjamu Racing Santander, Minggu (10/1/2010) dinihari WIB, di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan.

Akan tetapi, pada prosesnya gawang Sevilla malah dua kali kebobolan oleh Sergio Canales Madrazo, masing-masing pada menit 26 dan 38. Tuan rumah sendiri cuma bisa membalas sekali lewat Ndri Romaric di menit ke-62 dan kalah 1-2.

Hasil itu membuat Sevilla harus rela bergeming di peringkat lima klasemen sementara La Liga Primera dengan poin 30 hasil dari 17 laga. Posisi ini tidaklah aman karena Deportivo La Coruna yang belum memainkan pertandingannya dan punya poin 28, bisa menggeser.

Nasib kurang menyenangkan di markas sendiri juga dialami Villarreal saat menjamu Almeria di Estadio El Madrigal. Meski tidak seapes Sevilla yang kalah, Villarreal hanya bisa berbagi angka 1-1.

Dalam pertandingan Villarreal unggul duluan setelah gol Nilmar bersarang dalam gawang Almeria saat waktu tinggal lima menit lagi memasuki masa jeda. Namun, keunggulan itu bisa dipupuskan tim tamu lewat penalti Miguel Angel Corona di menit ke-67.

Alhasil, skor 1-1 membuat 'Kapal Selam Kuning' tak beranjak dari peringkat sembilan klasemen dengan poin 23 dari 17 laga. Villarreal malah bisa turun peringkat jika Sporting Gijon yang punya poin 21 menang di partainya pekan ini.

Atletico Madrid yang menjalani laga tandang justru bernasib kontras. Bertamu ke Estadio Nuevo Jose Zorrilla markas Valladolid, Atletico pesta gol 4-0.

Jose Jurado membuka kemenangan besar itu lewat gol pada menit 16, sebelum Villarreal menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 untuk lewat gol Diego Forlan pada menit 32.

Jose Antonio Reyes lantas membuat skor jadi 3-0 setelah menceploskan bola di menit ke-59. Kemenangan ditutup oleh Sergio Aguero yang bikin gol keempat Atletico pada menit 90.

Kemenangan tak membuat Atletico membenahi posisi di papan klasemen. Meski meraih tiga angka, Forlan cs masih saja menduduki posisi 11 klasemen.

Susunan Pemain:

Sevilla FC: Andrés Palop; Julien Escudé, Ivica Dragutinovic, Adriano, Abdoulay Konko, Ndri Romaric, Lolo (Arouna Koné '45), Álvaro Negredo, Renato, Diego Capel (Jose Carlos da Silva '75), Diego Perotti (Enrique Javier Carreño '50).

Racing Santander: Fabio Coltorti; Marc Torrejón, Henrique, Christian Fernández, Pablo Pinillos, Mehdi Racen, Gonzalo Colsa, Xisco (Alexandre Geijo '76), Sergio Canales Madrazo (Luis Garcia '79), Óscar Serrano (Manuel Arana Rodríguez '87), Pedro Alvarez Munitis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pujian Fergie untuk Mantan Pemainnya


Birmingham - Manajer Birmingham Alex McLeish puas usai timnya bisa menaham imbang Manchester United. Apalagi Manajer MU Sir Alex Ferguson juga ikut angkat jempol buat kubu Birmingham.

Birmingham memberikan perlawanan sengit untuk MU, Minggu (10/1/2010) dinihari WIB. Menjamu 'Setan Merah' di Stadion St Andrews, Birmingham unggul duluan sebelum susah payah disamakan MU yang sebenarnya mendominasi penguasaan bola --62 persen berbanding 38 persen.

Alotnya Birmingham ini secara sportif diakui benar oleh Ferguson meski MU tak lagi bermain penuh sepeninggal Darren Fletcher yang dikartu merah pada menit 84. Atas hasil tersebut Fergie pun memuji McLeish, yang di awal periode 80-an pernah jadi pemain yang dia tangani di Aberdeen.

"Alex sudah melakukan pekerjaan luar biasa, hari ini dia membuat para pemainnya berlari terus sepanjang 100 mil (160 km) dan dia layak dapat pujian untuk itu," puji Fergie di Reuters.

"Ini adalah tempat yang sulit untuk didatangi saat ini, (seri) bukan poin yang buruk (buat MU). Ini adalah liga ketat, takkan mudah. Tim seperti Birmingham sudah jauh lebih bagus di kompetisi ini," lanjut dia.

Hasil imbang ini membuat Birmingham kini sudah tak terkalahkan di 12 laga liga. Kali terakhir mereka kalah adalah pada 17 Oktober 2009 lalu ketika dibekuk Arsenal 1-3.

Catatan tak terkalahkan tersebut rupanya menjadi sebuah torehan tersendiri buat Birmingham. Inilah rekor baru buat mereka di liga kompetisi teratas Inggris.

Keberhasilan meraihnya, sekaligus dengan menahan MU, tak ayak bikin hati McLeish berbunga-bunga. Apalagi tambahan satu poin cukup berharga dalam upaya mereka mengunci posisi Liga Europa musim depan.

"Kami punya tim yang sangat tangguh dan mereka memiliki semangat kolektif yang jauh melebihi kemampuan individunya. Ini adalah semangat luar biasa," lugas McLeish.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apresiasi Ranieri untuk Toni

Roma - Kemenangan AS Roma dari Chievo juga membawa angin segar bagi Luca Toni yang melakoni debutnya sebagai starter. Meski tak mencetak gol, pelatih Claudio Ranieri puas dengan performa si pemain.

Bermain di depan publik sendiri, Olimpico, Sabtu (9/1/2010) waktu setempat, meski menang, Roma mendapat pertandingan yang tak mudah dari Chievo. Langsung unggul di menit pertama, Il Lupi balik tertekan setelah kiper Doni dikartumerah di menit 11.

Di laga itu Toni, tampil cukup apik dibanding debut penampiannya di tengah pekan di mana ia hanya tampil satu menit saja. Mendapatkan sejumlah peluang, dia juga berjasa besar dalam terciptanya gol tunggal Roma.

Ranieri pun memberikan pujian kepada Toni seusai laga. Menurutnya pemain yang berstatus pinjaman dari Bayern Munich itu tampil melebihi apa yang diharapkannya.

"Saya sungguh tidak mengharapkannya untuk bisa sebagus ini. Dia berlatih dengan bagus dan memberi kami banyak peluang hari ini. Dia harus mengerjakan tugas dari dua orang (Toni dimainkan sebagai penyerang tunggal pasca kartu merah) sekaligus dan berhasil menghasilkan penalti," ujarnya di Football Italia.

"Saya tetap memainkan Toni karena dia cukup fit, sedangkan Vucinic sudah bermain dua hari yang lalu. Para pemain kembali di laga selama 90 menit dengan penuh konsentrasi di mana itu merupakan situasi yang penting."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS